Manado, TARGETBERITA.ID — Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar yang terus mencekik masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) akhirnya mengarah pada satu titik terang yang memuakkan.
Di balik deretan panjang antrean kendaraan dan jeritan sopir angkutan umum, terendus kuat nama CK alias Cale, seorang pemain lama yang kini dijuluki sebagai ‘The Big Bos’ dalam lingkaran hitam penimbunan solar bersubsidi.
Berdasarkan penelusuran di lapangan, gurita bisnis haram yang berpusat di sebuah gudang kawasan Jalan Ringroad, Kota Manado ini dikendalikan secara sistematis oleh Cale, dengan dibantu oleh dua orang kepercayaan berinisial Dede dan Ate.
Modus Operandi: Armada Siluman “Penyedot” SPBU
Sindikat pimpinan CK tidak bekerja secara sembunyi-sembunyi lagi, melainkan terang-terangan memobilisasi puluhan armada khusus.
Kendaraan-kendaraan ini disebar dan diposisikan standby di sejumlah SPBU strategis, khususnya di wilayah hukum Polresta Manado, semata-mata untuk merampas jatah solar bersubsidi demi keuntungan pribadi.
“Iya punya bos (Cale). Sesuai pengaturan wilayah jadi standby di SPBU,” beber sumber terpercaya yang mengetahui persis pergerakan jaringan ini.
Solar yang disedot secara maraton dari berbagai SPBU tersebut kemudian diangkut dan ditimbun secara ilegal di gudang milik CK di Jalan Ringroad, sebelum akhirnya dilepas kembali demi meraup cuan raksasa di atas penderitaan rakyat.
Jejak Hitam Mengalir hingga Pelabuhan Bitung
Kedok sindikat CK semakin telanjang ketika armada berkepala biru miliknya kedapatan hendak mendistribusikan BBM solar bersubsidi secara ilegal ke kapal KM Jaya Sentosa 89 di kawasan Dermaga Singa Raja, Kelurahan Paceda, Kecamatan Madidir, Kota Bitung.
Temuan ini langsung memantik kecurigaan publik terkait asal-usul pasokan, keabsahan dokumen pengangkutan, hingga jaringan pelindung di balik bisnis lancung ini.
Pihak kepolisian melalui Kapolresta Manado Kombespol Irham Halid dan Kasatreskrim Kompol Elwin Kristianto mengarahkan penanganan kasus ini ke wilayah hukum Minahasa Utara (Minut),
”Selamat siang. Terimakasih infonya. berkenan bisa konfirmasi ke polres minut, karena masuk wilayah minut pak,” tulis Kasatreskrim Kompol Elwin Kristianto, Jumat (2/10/2026).
Desakan publik agar aparat segera meringkus sang dalang utama semakin mendesak.
Di sisi lain, Kapolda Sulut Irjen Pol Yudo Hermanto melalui Dirreskrimsus Kombes Pol. FX Winardi sebelumnya telah menegaskan sikap tegas institusinya.
“Seperti perintah pimpinan, tidak ada ruang aktivitas ilegal di Sulawesi Utara. Jika menemukan, langsung laporkan dan pasti akan ditindak.”
CK Pilih Bungkam, Menghindar dari Tanggung Jawab
Ketika awak media mencoba mengonfirmasi langsung kepada CK alias Cale untuk meminta klarifikasi atas posisinya sebagai penanggung jawab utama jaringan penimbunan ini, ia memilih bungkam seribu bahasa.
Pesan singkat WhatsApp yang masuk hanya dibiarkan bercentang dua tanpa balasan, mencerminkan mental pengecut dari seorang penjahat kerah putih yang berlindung di balik tirai hitam bisnis ilegalnya.
Aparat penegak hukum kini dituntut bergerak cepat tanpa pandang bulu untuk menyeret ‘The Big Bos’ CK dan komplotannya ke balik jeruji besi demi memutus rantai kelangkaan solar di Sulawesi Utara.






Tinggalkan Balasan