Scroll untuk baca artikel
Advertisement
Advertisement
Breaking News
16:38
Advertisement

Kerajaan Milik Cale Berdiri Megah! Sang Mafia Solar Bebas Berdansa Bertahun-tahun Kuasai Pasar Darat hingga Laut di Sulut

Gudang Solar di Ringroad. (Foto : TARGETBERITA)
Gudang Solar di Ringroad. (Foto : TARGETBERITA)
Bagikan
Lihat Tersimpan

Manado, TARGETBERITA.ID – Di kalangan para mafia dan ‘pemain’ bahan bakar minyak (BBM) ilegal, inisial CK alias Charles (Cale) sudah bukan nama yang asing lagi. Bertahun-tahun lamanya, sosok ini disebut-sebut kebal hukum, bebas berdansa meraup untung dari penderitaan rakyat, dan sukses membangun ‘kerajaan’ bisnis penimbunan solar bersubsidi yang menguasai pasar darat hingga laut di Sulawesi Utara (Sulut).

Tanpa pernah tersentuh jerat hukum apalagi diduga tidak dibekali dokumen yang sah, CK dengan berani mendirikan sebuah gudang penampungan raksasa yang berdiri megah bak istana kerajaannya di kawasan Jalan Ringroad, Manado.

Gudang ini menjadi jantung operasi untuk menimbun jutaan liter solar subsidi yang disedot habis-habisan dari sejumlah SPBU di Kota Manado.

BBM yang hakikatnya diperuntukkan bagi masyarakat kecil tersebut, kemudian diselundupkan untuk dijual kembali ke wilayah Kota Bitung dengan harga industri yang melambung tinggi.

Praktik kotor ini rupanya dimainkan dengan sangat rapi dan masif. Berdasarkan informasi internal tepercaya yang diterima oleh redaksi media ini, salah satu titik utama pengerukan BBM yang kerap diincar dan dikuras oleh armada milik CK adalah SPBU di kawasan Tateli.

“Aktivitas mafia CK ini paling sering dan terpusat dilakukan di SPBU Tateli. Armada mereka bergerak terkoordinir menguras kuota solar subsidi di sana dengan leluasa sebelum diangkut ke gudang Ringroad,” ungkap sumber internal yang enggan dikorankan namanya.

Aktivitas gila-gilaan yang merugikan negara ini memancing amarah publik.

“Ini aktivitas yang sudah berlangsung sejak lama. Pertanyaannya, apakah aparat sengaja tutup mata atau bagaimana? Penelusuran kami mendapati kendaraan truk keluar masuk, sampai truk kepala biru bebas beroperasi di situ. Para sopir angkutan dan logistik sudah sangat resah karena kuota solar mereka diserobot,” beber salah seorang praktisi hukum di Manado pada Kamis (1/10/2026) siang.

Ia pun menantang nyali aparat penegak hukum untuk segera mengambil tindakan tegas dan membongkar bekingan CK.

“Kapolri dan Kapolda sudah ganti. Taring anak buah Kapolri yang baru kini sedang diuji. Sudah saatnya bersih-bersih seperti arahan tegas dari Pak Presiden,” tambahnya.

Tantangan ini tak berlebihan, pasalnya manuver CK tak hanya di darat, tetapi semakin beringas merambah laut.

Teranyar, aktivitas distribusi BBM jenis solar bersubsidi menggunakan armada truk berwarna Putih-Biru tertangkap radar sedang beroperasi di kawasan Dermaga Singa Raja, Paceda, Kecamatan Madidir, Kota Bitung.

Ribuan liter solar ilegal tersebut rencananya akan dimuat dan disuplai ke kapal laut KM Jaya Sentosa 89.

Dikonfirmasi terkait maraknya gurita bisnis ilegal CK ini, aparat kepolisian berjanji tak akan tinggal diam.

Kapolda Sulut Irjen Pol. Yudo Hermanto, S.I.K., M.M., melalui Dirkrimsus Kombespol FX Winardi melontarkan peringatan keras kepada para mafia.

“Seperti perintah pimpinan, tidak ada ruang bagi aktivitas ilegal di Sulawesi Utara. Jika menemukan, langsung laporkan dan pasti akan ditindak tegas tanpa pandang bulu,” tegas Kombespol Winardi.

Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih terus berupaya melakukan konfirmasi dan klarifikasi langsung kepada CK alias Cale, selaku pihak yang disebut-sebut sebagai bos besar di balik jaringan distribusi solar tersebut.

Sesuai dengan kode etik jurnalistik, media ini tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah (presumption of innocence) sembari menantikan langkah nyata dan penyelidikan resmi dari Kepolisian Daerah Sulawesi Utara untuk membongkar tuntas sindikat mafia ini.

Penulis

admin@targetberita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi Kami